468x60 Ads

Dari 'Homestay' hingga Warung Kopi, Usaha Muntok Pertahankan

budidaya green coffee

Dari 'Homestay' hingga Warung Kopi, Usaha Muntok Pertahankan Keaslian                 

 JAKARTA,   Mempunyai bermacam object wisata histori nyatanya belum cukup untuk pariwisata Muntok untuk maju serta berkembang. Masuknya bermacam dampak bersamaan banyak wisatawan yang datang pasti juga punya potensi membahayakan untuk keaslian wisata ibu kota Kabupaten Bangka Barat ini.           

Cara-cara cobalah dikerjakan untuk menjaga segi tradisional yang dipunyai Muntok, salah satunya dengan menggalakkan homestay serta kedai kopi lokal.          

“Kami bakal memberdayakan orang-orang di tiap-tiap aktivitas ekonomi. Kami tak antikapitalis, namun bila orang-orang mungkin saja tuan tempat tinggal sendiri, mengapa tak? ” kata Ketua Asosiasi Homestay Bangka Barat, Abang Faizal, waktu didapati di Lapangan Gelora Muntok, sekian waktu lalu.                 

Faizal menyampaikan, selama ini telah ada 80 anggota asosiasi yang mempunyai tempat tinggal berkunjung dengan beragam jenis kelas dengan keseluruhan sejumlah 199 kamar. Homestay itu dikelola dengan pola pemasaran terpadu serta lewat satu pintu.                    

“Kenapa satu pintu? Melindungi keamanan yang memiliki homestay, melindungi beberapa hal yg tidak dikehendaki lantaran disini bangsa Melayu, jadi takutlah, ” tuturnya.            

Faizal mengakui optimistis dengan mengusung topik homestay sebagai tempat bermalam di Muntok. Dia juga tak cemas bakal ada persaingan pada homestay serta industri penginapan lain, seperti hotel.                      

/Mentari Chairunisa Satu diantara homestay di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat“Kami telah miliki segmen pasar, bila ingin kenyamanan di hotel, pasti Muntok bakal kalah. Itu bukanlah permasalahan lantaran yang kami jual itu heritage, Melayu, ” lanjut Faizal.             

Walau demikian, Faizal menyampaikan tak tutup peluang bila kelak bakal di bangun hotel bintang empat atau lima di lokasi Muntok. Cuma saja, sebagai prasyarat, tempat hotel itu tak bisa berdekatan dengan tempat homestay.                     

Terkecuali coba memberdayakan orang-orang lewat homestay, Faizal juga menginginkan usaha tradisional orang-orang yang jual kopi tetaplah terbangun. Menurutnya, meminum kopi segera di warung kopi adalah ciri khas sendiri untuk Propinsi Bangka Belitung, termasuk juga Kota Muntok.          

“Silakan saja ada Starbucks atau apa, namun di paket wisata kami, kami bakal ajak tamu ngopi di warung kopi lokal, ” tandasnya.   

0 komentar:

Poskan Komentar